<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tabloid Aksi</title>
	<atom:link href="http://tabloidaksi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidaksi.wordpress.com</link>
	<description>Asosiasi dan Kreasi Suara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 May 2008 11:59:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tabloidaksi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tabloid Aksi</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tabloidaksi.wordpress.com/osd.xml" title="Tabloid Aksi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tabloidaksi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gizi Buruk Pamekasan Paling Tinggi</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/gizi-buruk-pamekasan-paling-tinggi/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/gizi-buruk-pamekasan-paling-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[  Pamekasan Paling Tinggi Angka Gizi Buruk Tahun 2008  MADURA,AKSI Gizi buruk menghantui wilayah Propinsi Jawa Timur. Hampir di 38 kabupaten/kota ditemukan kasus anak yang menderita gizi buruk. Fenomena ini sungguh memprihatinkan mengingat Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Propinsi Jawa Timur sebagai lumbung padi penopang kebutuhan nasional. Kasus gizi buruk paling parah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=34&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Pamekasan Paling Tinggi</p>
<p>Angka Gizi Buruk Tahun 2008 </p>
<p>MADURA,AKSI</p>
<p>Gizi buruk menghantui wilayah Propinsi Jawa Timur. Hampir di 38 kabupaten/kota ditemukan kasus anak yang menderita gizi buruk. Fenomena ini sungguh memprihatinkan mengingat Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Propinsi Jawa Timur sebagai lumbung padi penopang kebutuhan nasional.<span id="more-34"></span></p>
<p>Kasus gizi buruk paling parah terjadi di Madura. Dalam tiga tahun terakhir ditemukan 473 kasus gizi buruk di Sumenep. Pada tahun 2005, Dinas Kesehatan (Diskes) Sumenep menemukan 141 kasus gizi buruk. Kemudian tahun 2006 meningkat menjadi 214 kasus. Pada tahun 2007 sempat menurun hanya 118 kasus. Namun, tahun ini, data sementara sampai Maret diketahui ada 18 kasus baru. Rinciannya, Januari tujuh kasus, Februari tiga kasus, dan Maret delapan kasus.</p>
<p>Kepala Diskes Sumenep dr S. Susianto mengakui, kasus gizi buruk tiga tahun sebelumnya memang tinggi. ‘’Kasusnya ratusan lebih. Tapi, penyelesaiannya 100 persen,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Di antara belasan kasus terbaru tersebut, dua pasien gizi buruk dirawat di Rumah Sakit Daerah dr H Moh. Anwar Sumenep, awal Maret lalu. Keduanya adalah Alfiatun, 29, bulan, warga Kecamatan Dungkek dan Sri Wildaniyatin, 12 tahun dari Bluto, Sumenep. Setelah dirawat intensif, kondisi kedua anak itu berangsur-angsur membaik. Sejak awal tahun ini, rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu sudah merawat delapan pasien gizi buruk. Satu pasien meninggal dunia Februari lalu. Januari lalu, RSD juga merawat dua pasien gizi buruk. Kemudian, Februari merawat empat pasien dan Maret dua pasien.</p>
<p>Direktur RSD Moh. Anwar dr Dzulkifli Machmudz mengakui, Januari lalu pihaknya menerima dan merawat dua pasien gizi buruk. Sedangkan Februari menerima empat pasien dan Maret dua pasien. Diakui pula, pada Februari lalu satu pasien gizi buruk asal Manding, Sumenep meninggal dunia. Namun, penyebabnya bukan murni gizi buruk. ‘’Pasien gizi buruk yang meninggal dunia itu juga kena gagal nafas alias kelainan paru-paru,’’ terangnya. </p>
<p>Penderita gizi buruk di Pamekasan tertinggi di Madura tahun ini. Berdasarkan data Diskes Pamekasan dari Januari hingga akhir Februari lalu, jumlah kasus gizi buruk yang ditemukan mencapai 25 kasus. Dibanding Sumenep yang baru menemukan 18 kasus dan Bangkalan dua kasus, maka Pamekasan masih memegang rekor. Apalagi, di Sampang baru ditemukan satu balita yang menderita gizi buruk. Dia adalah Nurul Qomariyah, 5 bulan, warga Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Sampang. Bayi perempuan itu sudah ditangani Puskesmas Pangarengan. Bayi kelahiran 6 Desember 2007 itu memiliki kelainan. Seperti berat badannya turun dari 3,7 kg menjadi 2,5 kg. Nurul tidak mau menetek dan mengonsumsi air susu ibu (ASI). </p>
<p>      Kepala Diskes Pamekasan dr Hendro Santoso mengakui, angka penderita gizi buruk cenderung meningkat tahun ini. Data Diskes Sampang menyebutkan, sejak Januari hingga Desember 2007 hanya ditemukan 18 kasus. ”Dibandingkan 2007 cenderung meningkat, karena hingga Februari 2008 sudah ditemukan 25 kasus,” ungkapnya.(sur) </p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=34&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/gizi-buruk-pamekasan-paling-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulitnya Berantas Gizi Buruk di Masyarakat</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/sulitnya-berantas-gizi-buruk-di-masyarakat/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/sulitnya-berantas-gizi-buruk-di-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[  Opini ilmiah dokter:  Sulitnya Berantas Gizi Buruk di Masyarakat  Ketika media massa ramai memberitakan masalah gizi buruk pada anak, banyak orang bertanya–tanya. Di negara Indonesia yang terkenal dengan daerah yang subur atau gemah ripah loh jinawi, mengapa masih ada gizi buruk? Betulkah telah terjadi rawan pangan? Apa sebenarnya penyebab terjadinya gizi buruk? Kurang energi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=32&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Opini ilmiah dokter:</span></strong><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Sulitnya Berantas Gizi Buruk di Masyarakat</span></strong><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ketika media massa ramai memberitakan masalah gizi buruk pada anak, banyak orang bertanya–tanya. Di negara Indonesia yang terkenal dengan daerah yang subur atau <em>gemah ripah loh jinawi</em>, mengapa masih ada gizi buruk? Betulkah telah terjadi rawan pangan? Apa sebenarnya penyebab terjadinya gizi buruk?<span id="more-32"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kurang energi protein atau biasa kita sebut dengan gizi buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari–hari. Sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi yang dianjurkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Adapun yang termasuk gizi buruk adalah:  </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span>    </span></span></span><em><span>MARASMUS,</span></em><span>  yang ditandai dengan wajah seperti orang tua, sangat kurus, kulit keriput, perut cekung, sering disertai penyakit infeksi, dan cengeng. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span>    </span></span></span><em><span>KWASHIORKOR,</span></em><span> yang ditandai dengan edema seluruh tubuh, wajah sembab, rambut tipis, merah dan mudah dicabut, perubahan status mental (cengeng, rewel, dan apatis), otot mengecil, sering disertai penyakit infeksi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab gizi buruk, tidak saja diet yang kurang, tetapi lingkungan juga sangat berpengaruh, yaitu : </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>1. Penyebab Langsung :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>a.<span>    </span></span></span><span>Penyakit infeksi, seperti batuk rejan, TBC, diare, pneumoni, cacing, dll. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>b.<span>    </span></span></span><span>Konsumsi makan kurang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>c.<span>    </span></span></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>2. Penyebab tidak langsung :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>a.<span>    </span></span></span><span>Tingkat pendidikan yang kurang menyebabkan orang tua tidak dapat menerima segala informasi dengan baik </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>b.<span>    </span></span></span><span>Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi, karena tingkat pengetahuan ibu tentang gizi yang baik merupakan pintu gerbang perbaikan gizi keluarga. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>c.<span>    </span></span></span><span>Tingkat pekerjaan menentukan perbedaan tingkat pendapatan, selanjutnya tingkat pendapatan merupakan faktor penting bagi kualitas dan kuantitas makanan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>d.<span>    </span></span></span><span>Besar anggota keluarga. Jumlah anak banyak pada keluarga yang keadaan sosial ekonominya cukup akan berkurang perhatian dan kasih sayangnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>e.<span>    </span></span></span><span>Jarak antara kelahiran. Jarak kelahiran bayi yang satu dengan kehamilan berikutnya diharapkan paling tidak 18 bulan sampai 2 tahun agar para ibu sempat  menyusui anaknya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>f.<span>      </span></span></span><span>Penyapihan terlalu dini </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>g.<span>    </span></span></span><span>Terlambat pemberian makanan padat </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>h.<span>    </span></span></span><span>Faktor geografi, produk makanan terutama makanan pokok, daerah terpencil, musim hujan atau kemarau.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            Bila membicarakan tentang gizi pada anak, maka yang perlu kita perhatikan adalah  bahwa :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span>    </span></span></span><span>Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang, sehingga anak memerlukan energi dan zat gizi yang relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span>    </span></span></span><span>Anak merupakan individu yang masih belum mengerti dan belum berpengalaman, sehingga masih memerlukan pertolongan. Anak belum mengerti diet (apa saja yang diperbolehkan akan dimakan). Jadi tergantung pada pengasuh/orang tua. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span>    </span></span></span><span>Anak relatif lebih peka terhadap gizi dan infeksi dibanding orang dewasa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Permasalahan gizi buruk adalah masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan perhatian dari kita semua agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu, ada beberapa cara sederhana agar terhindar dari gizi buruk.  Pertama, berikan balita makanan beraneka ragam, porsi kecil tapi sering. Suapi balita dengan sabar dan telaten, beri air susu ibu (ASI) sampai dua tahun dan berikan stimulasi <em>sensorik</em> dan dukungan emosional. Kedua, rajin datang ke pos pelayanan terpadu (Posyandu)  setiap bulan agar dapat mengetahui tumbuh kembang anak melalui perbandingan antara berat badan (BB) dan usia anak. Apabila tiga kali BB tidak naik dan BB di bawah garis merah (BGM) dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), segera konsultasi ke petugas kesehatan terdekat.<strong>(surya</strong>) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Foto : Bwi Andriyani.jpg</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Oleh: dr Andriyani H Taufiq</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kepala UPTD Puskesmas Genteng Kulon, Banyuwangi, Jawa Timur </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=32&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/sulitnya-berantas-gizi-buruk-di-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulit Makan, Tangan dan Kaki Makin Mengecil</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/sulit-makan-tangan-dan-kaki-makin-mengecil/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/sulit-makan-tangan-dan-kaki-makin-mengecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[  Derita Umi Habibah :  Sulit Makan, Tangan dan Kaki Makin Mengecil  Nasib Umi Habibah, 2, warga RT 02 RW 11, Dusun Gedangan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur benar-benar memprihatinkan. Sejak usia 1,5 tahun, putri dari Lufitasari, 21 itu menderita gizi buruk.  Tak sedikit pun terlintas di benak Lufitasari yang sejak beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=31&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Derita Umi Habibah : </p>
<p>Sulit Makan, Tangan dan Kaki Makin Mengecil </p>
<p>Nasib Umi Habibah, 2, warga RT 02 RW 11, Dusun Gedangan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur benar-benar memprihatinkan. Sejak usia 1,5 tahun, putri dari Lufitasari, 21 itu menderita gizi buruk.<span id="more-31"></span> </p>
<p>Tak sedikit pun terlintas di benak Lufitasari yang sejak beberapa bulan lalu menjadi orang tua tunggal bagi Umi, kalau anaknya menderita gizi buruk. Sejak lahir, Umi tampak sehat. Bahkan selama ini, pertumbuhan tubuhnya terbilang normal, seperti bayi sehat. ‘’Namun ketika usianya memasuki enam bulan, anak saya memang enggan makan dan minum,” tutur ibu muda yang biasa disapa Sari itu.</p>
<p>Tentu saja, kondisi itu membuat Sari waswas. Apalagi, Umi enggan makan dan sering sakit. Sejak usia enam bulan, dia sudah sering memeriksakan Umi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Genteng Wetan. Bahkan ke RSUD Genteng, Banyuwangi untuk berobat. Namun, upaya Sari belum membuahkan hasil. </p>
<p>Sebaliknya, kondisi Umi justru semakin memburuk. Dalam perkembangannya, anak semata wayang itu lebih sering sakit daripada sehat. “Tubuhnya tampak kering. Berat badannya tidak pernah bertambah,” keluh Sari.</p>
<p>Belakangan, Umi bukan hanya tidak mau makan. Dia juga enggan minum susu kaleng. Kebetulan satu tahun ini, Sari sudah tidak bisa memberi air susu ibu (ASI). “Saya juga sakit, sehingga tidak bisa memberi ASI,” tuturnya.</p>
<p>Mungkin karena tidak mau makan dan minum itulah, duga Sari, akhirnya Umi menderita gizi buruk. Sampai sekarang, di usianya yang beranjak dua tahun, berat badannya masih tetap seperti waktu usia enam bulan. Hanya 6 kilogram. Padahal, berta normal anak seusianya antara 10 sampai 12 kilogram. </p>
<p>Saat ini, kedua kaki dan tangan Umi mengecil dan mengerut, bahkan tampak lemas. “Dia seperti tidak bertenaga,” kata Sari sambil memegang tangan anaknya.</p>
<p>Parahnya lagi, belakangan ekonomi keluarga Sari sedang kesulitan. Sejak beberapa bulan lalu, Sari hidup tanpa ditemani suaminya Saili, 30. Menurut Sari, suaminya meninggal dunia, karena penyakit liver. Sari juga tidak bisa bekerja, apalagi untuk pekerjaan di luar rumah. “Sebab saya harus merawat anak saya,’’ tuturnya dengan nada sedih.   </p>
<p>Untungnya, untuk biaya pengobatan sehari-hari di PKM maupun RSUD Genteng, Sari memiliki bekal kartu keluarga miskin (gakin).  Meski Umi sering sakit, dia masih bisa membawanya berobat setiap saat. “Kalau tidak memakai gakin, ya tidak tahu saya harus bagaimana,”  ujarnya lirih.</p>
<p>Kepala Ruang Perawatan Anak RSUD Genteng dr Dani Eka, yang selama ini mengawasi perkembangan Umi, membenarkan bocah itu mengidap gizi buruk. ‘’Cuma saya kurang tahu kapan persisnya Umi mengalami gizi buruk,’’ ujarnya di kantornya.</p>
<p>Dokter perempuan itu menuturkan, penyebab Umi menderita gizi buruk kemungkinan besar akibat diare kronis dan beberapa penyakit lain. Sehingga, lama-kelamaan menyebabkan Umi mengalami gizi buruk. ‘’Memang gizi buruk kan bisa berawal dari beberapa faktor. Salah satunya seperti yang dialami Umi, karena penyakit diare kronis yang dialaminya,” jelasnya seraya menambahkan, selama ini Umi intens mendapat perawatan di PKM Genteng Wetan.(surya) </p>
<div></div>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=31&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/sulit-makan-tangan-dan-kaki-makin-mengecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>27 Persen Balita Gizi Buruk</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/27-persen-balita-gizi-buruk/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/27-persen-balita-gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[  27 Persen Balita Gizi Buruk  JAWA TIMUR, AKSI Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan) RI Tjuk Eko Hari Basuki menegaskan, gizi buruk sudah menjadi fenomena nasional. Jadi tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Timur. Bahkan,  27 persen bayi di bawah lima tahun (balita) di Indonesia mengalami gizi buruk. Dalam seminar “Pemberdayaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=30&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>27 Persen Balita Gizi Buruk </p>
<p>JAWA TIMUR, AKSI</p>
<p>Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan) RI Tjuk Eko Hari Basuki menegaskan, gizi buruk sudah menjadi fenomena nasional. Jadi tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Timur. Bahkan,  27 persen bayi di bawah lima tahun (balita) di Indonesia mengalami gizi buruk. <span id="more-30"></span>Dalam seminar “Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Menuju Pertanian Tangguh di Jatim” yang digelar Pemprov Jatim, Bank Jatim, dan UPN Jatim di Surabaya, Kamis, 13 Maret 2008, Tjuk menegaskan bahwa gizi buruk sudah lama terjadi di Indonesia. ‘’Tidak terjadi mendadak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ada dua hal yang menyebabkan gizi buruk. Disebutkan, pemicunya adalah kemiskinan dan rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi. Balita kurang diperhatikan hingga akhirnya berat badannya di bawah standar. ‘’Saya menemukan seorang ibu di NTB yang memakai gelang, kalung, dan perhiasan emas. Sebenarnya mampu secara ekonomi, tapi dia tidak tahu gizi yang baik untuk makanan anaknya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Apa saja yang sudah dilakukan pemerintah? Diungkapkan, gizi buruk akan diatasi dengan sistem kewaspadaan pangan dan gizi dengan pemetaan daerah rawan pangan. Hasilnya, tercatat delapan daerah miskin di Jawa Timur. Terutama di Madura dan wilayah tapal kuda. ‘’Kami membantu dana Rp 25 juta di masing-masing daerah yang masuk 300 kabupaten/kota miskin,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pemerintah juga akan mengaktifkan kembali peran pos pelayanan terpadu (Posyandu). Tugas posyandu mengontrol berat badan balita. Sehingga, orang yang aktif adalah ibu balita. ‘’Perhatian petugas posyandu akan meningkat, sehingga target berkurangnya krisis pangan pada 2015 dapat tercapai,&#8221; cetusnya. </p>
<p>      Saat ini, kampanye memerangi gizi buruk gencar dilakukan World Food Program (WFP). Momen memperingati International Women’s Day atau hari perempuan internasional 14 Maret 2008 lalu, benar-benar dimanfaat WFP. Bahkan, WFP Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memperingatinya bersama dan memusatkan peringatan hari perempuan sedunia itu di Kabupaten Probolinggo. Berbagai acara digelar di pendapa Kabupaten Probolinggo. Ada seminar, bazaar, pameran karya anak dan makanan khas Kabupaten Probolinggo. WFP juga melakukan kunjungan ke wilayah dampingan di Kecamatan Maron, Probolinggo.</p>
<p>      Acara itu dihadiri Chief Officer WFP Jatim dan NTB Giancarlo Stopponi, perwakilan WFP Jakarta Bradley Busseto, dan Konsulat Amerika Mary Mc Celland. Tak ketinggalan, perwakilan UNICEF Jawa Timur dan NTB Sinung D. Kristanto.</p>
<p>      Dalam sambutannya, Giancarlo Stopponi menjelaskan, di banyak lokasi di dunia, posisi wanita belum dianggap setara dengan laki-laki. Kurang lebih 1,3 miliar penduduk dunia sangat miskin adalah wanita. Dalam urusan karir perempuan juga tak seberuntung laki-laki. &#8220;Sebagian besar wanita hanya mendapat bayaran 30-40 persen gaji untuk pekerjaan yang sama dengan laki-laki,&#8221; katanya.</p>
<p>      Bersamaan dengan peringatan hari perempuan sedunia, WFP ingin menunjukkan kepedulian melalui kaum wanita. Kebanyakan penerima bantuan WFP tahun ini adalah kaum wanita. &#8220;Kami percaya, pemberdayaan wanita menjadi cara efektif mengurangi jumlah kelaparan di dunia,&#8221; ungkap Giancarlo.</p>
<p>      WFP sudah sering mengunjungi Probolinggo. Setahun ini, lembaga di bawah naungan PBB itu menggarap Probolinggo. &#8220;Di Jawa Timur, kami punya dua wilayah garapan, yaitu Probolinggo dan Sampang,&#8221; sebut Giancarlo.</p>
<p>      Sejumlah alasan mendasari dipilihnya Probolinggo sebagai lokasi pilot project program WFP. Bukan hanya mempertimbangkan faktor ketiadaan bahan pangan. Tetai juga memperhatikan kepedulian pemerintah daerah dalam mengurusi masalah tersebut. &#8220;Kita memiliki peta kerawanan pangan. Itu kita riset dan diskusikan dengan pemerintah. Ternyata Pemerintah Kabupaten Probolinggo memiliki komitmen dan perhatian tinggi terhadap program ini,&#8221; terang Bradley Busseto, perwakilan WFP Jakarta.</p>
<p>Kepala Bappeda Tanto Walono mengakui, pilihan WFP kepada Probolinggo bukan karena daerahnya memiliki rapor merah dalam persoalan kesehatan makanan. &#8220;Ada banyak faktor. Salah satunya, prioritas pembangunan kita pada bidang kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo Siswantoro menyatakan, sampai saat ini Probolinggo berada dalam taraf menggembirakan. &#8220;Angka malnutrisi kita kurang dari 0,5 persen. Itu jauh di bawah target nasional 2 persen,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Probolinggo Hj Dian Prayuni mengaku merasa terbantu dengan kehadiran WFP. &#8220;Bisa bersama PKK menghidupkan semangat pemberdayaan perempuan di Probolinggo,&#8221; kata Dian.(ali) </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=30&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/27-persen-balita-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>15 Kecamatan Lombok Barat Rawan Gizi</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/15-kecamatan-lombok-barat-rawan-gizi/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/15-kecamatan-lombok-barat-rawan-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[  15 Kecamatan Lombok Barat Rawan Gizi NTB, AKSI. Lombok Barat benar-benar mengalami rawan gizi. Betapa tidak, kondisi rawan gizi sudah menyebar di semua kecamatan. Fakta itu diketahui dari kajian Dinas Kesehatan (Diskes) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Kepala Diskes Lombok Barat Drs Rahman Sahnan, kondisi rawan gizi sudah terjadi di 15 kecamatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=29&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>15 Kecamatan Lombok Barat Rawan Gizi</p>
<p>NTB, AKSI.</p>
<p>Lombok Barat benar-benar mengalami rawan gizi. Betapa tidak, kondisi rawan gizi sudah menyebar di semua kecamatan. Fakta itu diketahui dari kajian Dinas Kesehatan (Diskes) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).<span id="more-29"></span></p>
<p>Menurut Kepala Diskes Lombok Barat Drs Rahman Sahnan, kondisi rawan gizi sudah terjadi di 15 kecamatan di Lombok Barat. Tak ayal, kasus gizi buruk pun ditemukan di kabupaten itu. Bahkan, saat ini RSU Mataram merawat beberapa penderita gizi buruk. “Gizi buruk memang masih ada,’’ ujarnya.</p>
<p>Rahman mengaku, dinasnya berhasil menekan angka gizi buruk. Pada tahun 2005, angkanya masih 5,59 persen dari jumlah penduduk Lombok Barat. Saat ini sudah turun tinggal 3,6 persen. “Banyak yang statusnya sudah menjadi gizi kurang, setelah kondisinya membaik,’’ tuturnya.</p>
<p>Untuk penanganan, penderita gizi kurang diberi bantuan asupan makanan tambahan selama 90 hari melalui puskesmas. Sedangan yang dirawat di rumah sakit dibantu uang transpor bagi penunggunya, per hari Rp 20 ribu.</p>
<p>Rahman menambahkan, masih ditemukannya gizi buruk disebabkan adanya penyakit penyerta. Seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) atau diare akibat cacat bawaan atau prilaku yang tidak mendukung pola hidup sehat. “Asupan gizi yang tidak pas bisa memicu gizi buruk,’’ terangnya.(ali) </p>
<p> </p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=29&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/15-kecamatan-lombok-barat-rawan-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugboat Singapura Karam, Tiga ABK Hilang</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/tugboat-singapura-karam-tiga-abk-hilang/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/tugboat-singapura-karam-tiga-abk-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[  Tugboat Singapura Karam, Tiga ABK Hilang Bali, AKSI ARUS dan ombak perairan selat Bali benar-benar harus diwaspadai setiap kapal asing yang melintas. Pasalnya tidak sedikit kapal yang mengalami kecelakan berat maupun ringan di selat yang memiliki banyak palung laut tersebut. Tenggelamnya kapal tongkang Bosowa 12 Minggu, 9 Maret 2008 bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=28&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Tugboat Singapura Karam, Tiga ABK Hilang</p>
<p>Bali, AKSI</p>
<p>ARUS dan ombak perairan selat Bali benar-benar harus diwaspadai setiap kapal asing yang melintas. Pasalnya tidak sedikit kapal yang mengalami kecelakan berat maupun ringan di selat yang memiliki banyak palung laut tersebut.<span id="more-28"></span></p>
<p>Tenggelamnya kapal tongkang Bosowa 12 Minggu, 9 Maret 2008 bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sebuah kapal tugboat berbendera Singapura juga tenggelam saat menarik kapal tongkang bermuatan 13 ribu metrik batubara. Tiga anak buah kapal (ABK) tugboat bernomor lambung TJA 2811 hilang bersama kapal yang karam Minggu, 23 Dsesember 2007 pukul 09.14 itu. </p>
<p>Ketiga ABK itu adalah Kepala Kamar Mesin Edi Sulistyo Trimulyono, 36 tahun, warga Perum Kadirojo Permai B6 Purwomartani, Jogjakarta dan anak buahnya Edi Prasetyo, 32 tahun, asal Batang, Pekalongan, Jawa Tengah. Keduanya terjebak di ruang mesin saat tugboat milik PT Rig Tender Indonesia itu ditelan ganasnya selat Bali. Sedangkan, Hasanuddin, 27 tahun, warga Makassar, hilang ditelan arus lantaran nekat menyeburkan diri ke laut. </p>
<p>Untungnya, tujuh ABK lainnya selamat, termasuk nahkoda kapal. Mereka adalah kapten kapal Asrul, 30 tahun, warga Makassar; ABK Jasman, 29 tahun, warga Samarinda; Hasan, 28 tahun, warga Banjarmasin; Wasila, 31 tahun, warga Banjarmasin; dan M. Yakub, 30 tahun, warga Banjarmasin. Sedangkan, juru mudi Djayus, 38 tahun, warga Salatiga, Jawa Tengah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Banyuwangi. Dia sempat pingsan dan lemas, karena terlalu banyak menghisap air laut bercampur solar dan oli yang tumpah dari kapal. Selamatnya Djayus seperti mukjizat, sebab dia sempat terjebak di ruang kemudi. Namun, dia berhasil keluar dari jendela kapal dan muncul ke permukaan air pada detik-detik terakhir kapal mulai tersedot ke bawah laut.</p>
<p>Tugboat penarik tongkang CB 1213 itu bertolak dari Banjarmasin sejak 19 Desember 2007. Kapal yang memuat sembilan ABK itu berlayar menuju Cilacap, Jawa Tengah dengan menarik tongkang bermuatan 13 ribu metrik ton batubara. Namun, musibah terjadi saat kapal yang dinahkodai Asrul memasuki perairan Selat Bali. Tiba-tiba mesin tugboat mati saat memasuki perairan Batu Tulis, dekat Pulau Tabuhan, Bali. Celakanya, kapal tongkang yang ditarik tugboat terseret arus air laut. Kuatnya arus membuat posisi kapal tongkang tetap melaju kencang ke depan. Tak pelak, tugboat yang berada 400 meter di depannya pun diseruduk dari belakang. Akibatnya, kapal oleng dan langsung terguling hingga tenggelam dalam tempo beberapa menit saja. </p>
<p>Saat mesin mati, Edi Sulistyo yang menjadi kepala kamar mesin langsung berlari ke bawah menuju ruang mesin. Bersama anak buahnya Edi Prasetyo, dia berusaha menghidupkan mesin dengan memperbaiki kerusakan. Siapa sangka di tengah sibuknya mengutak-atik mesin, ternyata tugboat tertabrak tongkang hingga tenggelam dalam tempo cepat. Tak ayal, keduanya terjebak di dalam kamar mesin hingga tugboat tenggelam di kedalaman puluhan meter.</p>
<p>Spontan, para ABK kapal panik. Mereka berhamburan keluar kapal dan berusaha mengendarai life raft (kapal karet). Celakanya, life raft sempat terlepas dari jangkauan ABK. Sehingga mereka bertahan hingga kapal tugboat warna hitam itu perlahan-pelahan tersedot air laut. ‘’Untungnya, ada perahu nelayan Ketapang, Banyuwangi yang dikemudikan Pak Somad. Dia berani menolong kami,” tutur Jasman, ABK yang selamat.</p>
<p>Sedangkan, Hasanudin yang dikenal mahir berenang justru tidak selamat. Dia nekat melompat ke laut saat kapal mulai tenggelam. Namun, begitu mencebur ke laut, tubuhnya tidak pernah muncul lantaran tersedot pusaran air. Tubuhnya baru ditemukan mengapung di perairan Gilimanuk, Bali, beberapa hari kemudian. Tragisnya, tubuhnya yang tinggal mengenakan celana dalam itu sudah melepuh dan sudah tidak ada kepalanya. </p>
<p>ABK yang selamat dievakuasi menuju bibir pantai. Selanjutnya, mereka dibawa ke markas Satpolair dan Polsek KP3 Tanjung Wangi di Ketapang, Banyuwangi. Pencarian terhadap Edi Sulistyo dan Edi Prasetyo oleh tim SAR dan personel gabungan dari TNI AL, Satpolair, dan Polres Banyuwangi selama seminggu tidak membuahkan hasil.</p>
<p>Tongkang sempat ditarik dua tugboat yang didatangkan dari kantor pusatnya di Banjarmasin ke perairan dangkal di pesisir Wongsorejo, Banyuwangi. Namun, anehnya tugboat TJA 2811 yang sebelumnya masih tergantung di tongkat dengan tali sling kawat sepanjang 400 meter, saat diangkat talinya ternyata hilang. Tugboat tidak jelas keberadaannya dan diduga terseret arus ke laut lepas. Sedangkan tali kawat wire yang menghubungkan tugboat dengan tongkang yang ditarik, sudah putus. Namun, tongkang bermuatan batubara berhasil diselamatkan. </p>
<p>Komandan Stasiun TNI Angkatan Laut Banyuwangi Letkol Laut Suhendro mengakui, sebelumnya dua mayat ABK tugboat memang sulit dievakuasi. Karena posisi terakhir tugboat yang tenggelam berada di kedalaman laut 400 meter, sehingga sulit terjangkau penyelam. TNI AL mengaku kesulitan menerjunkan tim penyelam tradisonal. ‘’Penyelam tradisional hanya mampu bekerja pada kedalaman laut 20 meter. Sedangkan lebih dari itu tidak akan mampu,” terang Suhendro yang ikut mencari korban dengan Kapal AL Tabuhan selama beberapa hari.</p>
<p>Untuk melakukan evakuasi diputuskan menarik bangkai tugboat bersama tongkangnya ke parairan dangkal. Namun, saat sudah dievakuasi di perairan Wongsorejo, ternyata bangkai tugboat sudah hilang. Tali kawat baja penahannya sudah putus. ‘’Mungkin tali putus saat tongkang diseret dua tugboat ke perairan dangkal atau putus karena tidak kuat menahan beban tugboat selama beberapa hari. Setelah tali putus, keberadaan tugboat belum jelas di mana,’’ tutur Letkol Suhendro.</p>
<p>Sementara itu, Asrul, sang nahkoda terpaksa meringkuk di tahanan Polair Ketapang setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dinilai lalai dalam menjalankan tugas hingga menewaskan tiga ABK-nya. Kini berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk selanjutnya perkaranya mulai disidangkan pada April 2008.(Ali)</p>
<div></div>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=28&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/tugboat-singapura-karam-tiga-abk-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arus Selat Bali Berbahaya</title>
		<link>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/arus-selat-bali-berbahaya/</link>
		<comments>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/arus-selat-bali-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 11:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indosaudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidaksi.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Zainuddin, Syahbandar Pelabuhan Ketapang : Arus Selat Bali Berbahaya  SELAT Bali bisa dibilang selat paling ramai di Pulau Jawa. Betapa tidak, di selat yang membelah Kabupaten Banyuwangi di Pulau Jawa dengan Kabupaten Jembrana di Pulau Bali itu terdapat banyak aktivitas pelayaran. Di lintasan penyeberangan dari Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyerangan (ASDP) Ketapang hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=27&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zainuddin, Syahbandar Pelabuhan Ketapang :</p>
<p>Arus Selat Bali Berbahaya </p>
<p>SELAT Bali bisa dibilang selat paling ramai di Pulau Jawa. Betapa tidak, di selat yang membelah Kabupaten Banyuwangi di Pulau Jawa dengan Kabupaten Jembrana di Pulau Bali itu terdapat banyak aktivitas pelayaran. Di lintasan penyeberangan dari Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyerangan (ASDP) Ketapang hingga Gilimanuk, lalu lintas kapal feri sangat padat setiap harinya.<span id="more-27"></span> Ada 24 kapal feri yang beroperasi di dermaga ponton maupun pelabuhan landing craft machine (LCM), baik di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.</p>
<p>Di sela-sela wira-wiri puluhan kapal feri tak jarang melintas kapal tongkang, perahu nelayan, dan boat. Di utara Pelabuhan Ketapang terdapat banyak fasilitas yang memanfaatkan transportasi pelayaran. Ada dermaga milik gudang aspal curah Sumitomo, dermaga Stasiun TNI AL, dermaga Pertamina, dan dermaga gudang PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). Paling ujung utara, ada lagi Pelabuhan Tanjung Wangi yang melayani transportasi pelayaran nasional dan internasional. Tak sedikit kapal berbendera asing yang sandar di dermaga itu. Ada juga pelayaran perintis antarpulau di Jawa Timur. Yang paling banyak sandar adalah kapal niaga nasional yang bongkar barang. Ke utara lagi, di Pantai Kampe, Wongsorejo terdapat fasilitas dok kapal milik Pemkab Banyuwangi. Sayangnya, dok apung PT Trabasti tersebut sedang tidak beroperasi, karena ada masalah peralatan.  </p>
<p>Bagaimana dengan keamanan lalu lintas selat Bali? Menurut Syahbandar Pelabuhan Ketapang Zainuddin, secara umum pelayaran di selat Bali, khususnya di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk aman. Setiap hari, pihaknya selalu mengecek kelaikan kapal feri yang akan berlayar. Kapal yang habis masa berlayarnya akan diperintahkan untuk menjalani dok perbaikan. ‘’Kami juga rutin memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan yang ada di kapal bagi penumpang. Termasuk fasilitas keselamatan sesuai standar internasional,’’ terang pria asal Sumenep, Madura itu.</p>
<p>Zainuddin tidak ingin tragedi kapal feri LCT yang tenggelam delapan tahun silam terulang kembali. Musibah itu menghilangkan ratusan jiwa dan merenggut puluhan nyawa penumpang yang berhasil ditemukan. ‘’Untuk itu, kapal feri yang akan berlayar harus siap semua peralatan penyelamatan dan kelaikan kapalnya. Sehingga bisa terhindar dari musibah tenggelam,’’ tandasnya.</p>
<p>Diakui, Selat Bali yang menghubungkan Ketapang-Gilimanuk dengan jarak 1 mil lebih memiliki karakter laut yang unik. Ada banyak palung laut yang menimbulkan arus pusaran air. Arusnya juga cukup kuat karena merupakan pertemuan gelombang laut selatan dan laut lepas. Kapal yang tidak berhati-hati, tak layak berlayar, dan nahkodanya kurang memahami seluk-beluk Selat Bali, bisa mengalami trouble. ‘’Apalagi dalam beberapa bulan ini, ada beberapa badai yang dampaknya terasa hingga Selat Bali,’’ tuturnya.</p>
<p>Untungnya, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Banyuwangi selalu memberikan peringatan dini jika akan ada badai. Bahkan di Pelabuhan Ketapang sudah dipasang early warning system untuk tsunami. Kerjasama yang baik itu disambut pihak syahbandar. Adakalanya syahbandar terpaksa menghentikan lalu lintas penyeberangan, meski hanya sementara sambil menunggu badai atau gelombang mereda. Sebab, jika dipaksakan berlayar akan berakibat fatal bagi kapal dan seluruh penumpangnya. Tak sedikit kapal yang terseret arus hingga perairan Muncar. Apalagi jika mendadak mesinnya mati, sudah dipastikan kapal akan terseret ganasnya arus laut. ‘’Ini yang kita antisipasi sejak dini agar tidak terjadi musibah kapal tenggelam. Tentunya, dengan pengetatan pemeriksaan sesuai peraturan yang ada,’’ tandas Zainuddin.(Ali)</p>
<p>Bwi Meneng.jpg</p>
<p>Pelabuhan Tanjung Wangi tak pernah sepi dari kapal besar. </p>
<p>Zainuddin Syahbandar.jpg</p>
<p>Zainuddin </p>
<p> </p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidaksi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidaksi.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidaksi.wordpress.com&amp;blog=3633336&amp;post=27&amp;subd=tabloidaksi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidaksi.wordpress.com/2008/05/08/arus-selat-bali-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8885ec1079c16115cc7496dc34cf415b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indosaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
