Derita Umi Habibah :
Sulit Makan, Tangan dan Kaki Makin Mengecil
Nasib Umi Habibah, 2, warga RT 02 RW 11, Dusun Gedangan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur benar-benar memprihatinkan. Sejak usia 1,5 tahun, putri dari Lufitasari, 21 itu menderita gizi buruk.
Tak sedikit pun terlintas di benak Lufitasari yang sejak beberapa bulan lalu menjadi orang tua tunggal bagi Umi, kalau anaknya menderita gizi buruk. Sejak lahir, Umi tampak sehat. Bahkan selama ini, pertumbuhan tubuhnya terbilang normal, seperti bayi sehat. ‘’Namun ketika usianya memasuki enam bulan, anak saya memang enggan makan dan minum,” tutur ibu muda yang biasa disapa Sari itu.
Tentu saja, kondisi itu membuat Sari waswas. Apalagi, Umi enggan makan dan sering sakit. Sejak usia enam bulan, dia sudah sering memeriksakan Umi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Genteng Wetan. Bahkan ke RSUD Genteng, Banyuwangi untuk berobat. Namun, upaya Sari belum membuahkan hasil.
Sebaliknya, kondisi Umi justru semakin memburuk. Dalam perkembangannya, anak semata wayang itu lebih sering sakit daripada sehat. “Tubuhnya tampak kering. Berat badannya tidak pernah bertambah,” keluh Sari.
Belakangan, Umi bukan hanya tidak mau makan. Dia juga enggan minum susu kaleng. Kebetulan satu tahun ini, Sari sudah tidak bisa memberi air susu ibu (ASI). “Saya juga sakit, sehingga tidak bisa memberi ASI,” tuturnya.
Mungkin karena tidak mau makan dan minum itulah, duga Sari, akhirnya Umi menderita gizi buruk. Sampai sekarang, di usianya yang beranjak dua tahun, berat badannya masih tetap seperti waktu usia enam bulan. Hanya 6 kilogram. Padahal, berta normal anak seusianya antara 10 sampai 12 kilogram.
Saat ini, kedua kaki dan tangan Umi mengecil dan mengerut, bahkan tampak lemas. “Dia seperti tidak bertenaga,” kata Sari sambil memegang tangan anaknya.
Parahnya lagi, belakangan ekonomi keluarga Sari sedang kesulitan. Sejak beberapa bulan lalu, Sari hidup tanpa ditemani suaminya Saili, 30. Menurut Sari, suaminya meninggal dunia, karena penyakit liver. Sari juga tidak bisa bekerja, apalagi untuk pekerjaan di luar rumah. “Sebab saya harus merawat anak saya,’’ tuturnya dengan nada sedih.
Untungnya, untuk biaya pengobatan sehari-hari di PKM maupun RSUD Genteng, Sari memiliki bekal kartu keluarga miskin (gakin). Meski Umi sering sakit, dia masih bisa membawanya berobat setiap saat. “Kalau tidak memakai gakin, ya tidak tahu saya harus bagaimana,” ujarnya lirih.
Kepala Ruang Perawatan Anak RSUD Genteng dr Dani Eka, yang selama ini mengawasi perkembangan Umi, membenarkan bocah itu mengidap gizi buruk. ‘’Cuma saya kurang tahu kapan persisnya Umi mengalami gizi buruk,’’ ujarnya di kantornya.
Dokter perempuan itu menuturkan, penyebab Umi menderita gizi buruk kemungkinan besar akibat diare kronis dan beberapa penyakit lain. Sehingga, lama-kelamaan menyebabkan Umi mengalami gizi buruk. ‘’Memang gizi buruk kan bisa berawal dari beberapa faktor. Salah satunya seperti yang dialami Umi, karena penyakit diare kronis yang dialaminya,” jelasnya seraya menambahkan, selama ini Umi intens mendapat perawatan di PKM Genteng Wetan.(surya)


![Bwi-sehat[1] Bwi-sehat[1]](http://farm3.staticflickr.com/2363/2475248737_b933c05b09_t.jpg)
![Bwi-kurus[1] Bwi-kurus[1]](http://farm4.staticflickr.com/3036/2475243779_5dccfa718c_t.jpg)
0 Responses to “Sulit Makan, Tangan dan Kaki Makin Mengecil”