08
May
08

Gizi Buruk Pamekasan Paling Tinggi

 

Pamekasan Paling Tinggi

Angka Gizi Buruk Tahun 2008 

MADURA,AKSI

Gizi buruk menghantui wilayah Propinsi Jawa Timur. Hampir di 38 kabupaten/kota ditemukan kasus anak yang menderita gizi buruk. Fenomena ini sungguh memprihatinkan mengingat Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Propinsi Jawa Timur sebagai lumbung padi penopang kebutuhan nasional.

Kasus gizi buruk paling parah terjadi di Madura. Dalam tiga tahun terakhir ditemukan 473 kasus gizi buruk di Sumenep. Pada tahun 2005, Dinas Kesehatan (Diskes) Sumenep menemukan 141 kasus gizi buruk. Kemudian tahun 2006 meningkat menjadi 214 kasus. Pada tahun 2007 sempat menurun hanya 118 kasus. Namun, tahun ini, data sementara sampai Maret diketahui ada 18 kasus baru. Rinciannya, Januari tujuh kasus, Februari tiga kasus, dan Maret delapan kasus.

Kepala Diskes Sumenep dr S. Susianto mengakui, kasus gizi buruk tiga tahun sebelumnya memang tinggi. ‘’Kasusnya ratusan lebih. Tapi, penyelesaiannya 100 persen,” tegasnya.

Di antara belasan kasus terbaru tersebut, dua pasien gizi buruk dirawat di Rumah Sakit Daerah dr H Moh. Anwar Sumenep, awal Maret lalu. Keduanya adalah Alfiatun, 29, bulan, warga Kecamatan Dungkek dan Sri Wildaniyatin, 12 tahun dari Bluto, Sumenep. Setelah dirawat intensif, kondisi kedua anak itu berangsur-angsur membaik. Sejak awal tahun ini, rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu sudah merawat delapan pasien gizi buruk. Satu pasien meninggal dunia Februari lalu. Januari lalu, RSD juga merawat dua pasien gizi buruk. Kemudian, Februari merawat empat pasien dan Maret dua pasien.

Direktur RSD Moh. Anwar dr Dzulkifli Machmudz mengakui, Januari lalu pihaknya menerima dan merawat dua pasien gizi buruk. Sedangkan Februari menerima empat pasien dan Maret dua pasien. Diakui pula, pada Februari lalu satu pasien gizi buruk asal Manding, Sumenep meninggal dunia. Namun, penyebabnya bukan murni gizi buruk. ‘’Pasien gizi buruk yang meninggal dunia itu juga kena gagal nafas alias kelainan paru-paru,’’ terangnya. 

Penderita gizi buruk di Pamekasan tertinggi di Madura tahun ini. Berdasarkan data Diskes Pamekasan dari Januari hingga akhir Februari lalu, jumlah kasus gizi buruk yang ditemukan mencapai 25 kasus. Dibanding Sumenep yang baru menemukan 18 kasus dan Bangkalan dua kasus, maka Pamekasan masih memegang rekor. Apalagi, di Sampang baru ditemukan satu balita yang menderita gizi buruk. Dia adalah Nurul Qomariyah, 5 bulan, warga Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Sampang. Bayi perempuan itu sudah ditangani Puskesmas Pangarengan. Bayi kelahiran 6 Desember 2007 itu memiliki kelainan. Seperti berat badannya turun dari 3,7 kg menjadi 2,5 kg. Nurul tidak mau menetek dan mengonsumsi air susu ibu (ASI). 

      Kepala Diskes Pamekasan dr Hendro Santoso mengakui, angka penderita gizi buruk cenderung meningkat tahun ini. Data Diskes Sampang menyebutkan, sejak Januari hingga Desember 2007 hanya ditemukan 18 kasus. ”Dibandingkan 2007 cenderung meningkat, karena hingga Februari 2008 sudah ditemukan 25 kasus,” ungkapnya.(sur) 

 


0 Responses to “Gizi Buruk Pamekasan Paling Tinggi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


 

May 2008
M T W T F S S
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Categories

Recent Comments

indosaudi on Buku Tamu

Blog Stats

  • 1,499 hits

RSS Uploads from royanisty

Tinggalkan Pesan

P h o t o

bwi-kapal_bosowa

Bwi-tugboat-1

Bwi-sehat[1]

Bwi-kurus[1]

More Photos

Statistik


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.