15 Kecamatan Lombok Barat Rawan Gizi
NTB, AKSI.
Lombok Barat benar-benar mengalami rawan gizi. Betapa tidak, kondisi rawan gizi sudah menyebar di semua kecamatan. Fakta itu diketahui dari kajian Dinas Kesehatan (Diskes) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Kepala Diskes Lombok Barat Drs Rahman Sahnan, kondisi rawan gizi sudah terjadi di 15 kecamatan di Lombok Barat. Tak ayal, kasus gizi buruk pun ditemukan di kabupaten itu. Bahkan, saat ini RSU Mataram merawat beberapa penderita gizi buruk. “Gizi buruk memang masih ada,’’ ujarnya.
Rahman mengaku, dinasnya berhasil menekan angka gizi buruk. Pada tahun 2005, angkanya masih 5,59 persen dari jumlah penduduk Lombok Barat. Saat ini sudah turun tinggal 3,6 persen. “Banyak yang statusnya sudah menjadi gizi kurang, setelah kondisinya membaik,’’ tuturnya.
Untuk penanganan, penderita gizi kurang diberi bantuan asupan makanan tambahan selama 90 hari melalui puskesmas. Sedangan yang dirawat di rumah sakit dibantu uang transpor bagi penunggunya, per hari Rp 20 ribu.
Rahman menambahkan, masih ditemukannya gizi buruk disebabkan adanya penyakit penyerta. Seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) atau diare akibat cacat bawaan atau prilaku yang tidak mendukung pola hidup sehat. “Asupan gizi yang tidak pas bisa memicu gizi buruk,’’ terangnya.(ali)


![Bwi-sehat[1] Bwi-sehat[1]](http://farm3.staticflickr.com/2363/2475248737_b933c05b09_t.jpg)
![Bwi-kurus[1] Bwi-kurus[1]](http://farm4.staticflickr.com/3036/2475243779_5dccfa718c_t.jpg)
0 Responses to “15 Kecamatan Lombok Barat Rawan Gizi”